
Sekarang ini pihak Negara kita lagi santer banget untuk ngeboikot salah satu film yang diproduksi oleh mantan penjajah Negara kincir angin. Film Fitna yang baru saja selesai dibuat, langsung mendapatkan respon dari masyarakat kita, karena film fitna mengandung adegan yang terkesan mendiskreditkan agama islam. Bukan saja agama islam, tetapi termasuk antar beragama di Indonesia. Film yang dibuat oleh badan parlemen Geert Wilders terkesan anti Al Qur’an.
Meskipun komunitas umat beragama Indonesia tolak film Fitna ini, tetapi bukan berarti kita bisa merasa aman dari beredarnya Film Fitna. Karena setelah beberapa waktu kemudian, Fitna bisa saja kembali beredar. Memang dalam hal ini pemerintah dan masyarakat kita harus benar-benar berkomitmen untuk memberikan proteksi terhadap beredarnya film Fitna. Pemerintah kita juga sudah meminta agar film Fitna tidak ditayangkan, karena dikhawatirkan akan menimbulkan gejolak bagi kerukunan umat beragama. Pemerintah Belanda juga telah merespon agar film Fitna ini tidak ditayangkan.
Film fitna yang beredar melalui YouTube dengan durasi kurang lebih 15 menit ini, berdasarkan informasi yang saya dapat, ternyata Film Fitna telah dijadikan favorit oleh 4.718 pengguna YouTube. Sebanyak 39.961 komentar telah telah disampaikan sebagai reaksi atas film ini sebagai video dengan konten yang tidak pantas untuk ditayangkan. Meskipun saya sendiri belum nontonya filmnya, karena ketika saya coba browse tapi nggak ketemu, atau mungkin belum ketemu nih. Tetapi setelah saya langsung ke TKP, ternyata film tersebut sudah di close, dan disana juga di informasikan “this domain is for sale”.
Semoga saja masalah ini benar-benar dapat terselesaikan, agar kita dapat hidup damai bersama antar umat beragama. Kita terdiri dari berbagi agama dan kepercayaan, tetapi sesungguhnya kita adalah satu. Meskipun berbeda Negara, kita juga satu atap dibawah langit dunia ini.
If you would like to make a comment, please fill out the form below.
denger2 di kaskus..ada yg seru tentang fitna lo…. go to tkp aja mas…
thanks infonya Mas Arham, saya penasaran banget sama film-nya nih..
yang buat film tuh, kurang kerjaan kali ye
@vin : pertama kurang kerjaan, kedua kebanyakan duit kali.