0
  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Ketika lagi mesra-mesranya, seakan orang-orang di sekeliling ibaratnya ngontrak. Nggak peduli, yang penting kamu dan dia bisa sama-sama mewarnai hari dengan cara masing-masing. Dan, itu memang selalu terjadi ketika dua sejoli sedang di mabuk cinta. Mau gandengan tangan kek, mau suap-suapan kek, mau bercandaan kek, sampai hal-hal yang tidak diinginkan bisa saja terjadi tanpa di luar kendali. Itu dia dahsyatnya mabuk cinta.

Dan ketika hari demi hari berlalu, apakah kamu bisa mempertahankan hubungan tersebut? Pastinya kamu akan melewati permasalahan yang akan mewarnai hubungan tersebut. Tapi jangan salah, karena jika tidak bisa dikendalikan, atau justru dibiarkan, jangan heran kalau hubungan antara kamu dan dia berujung dengan dua kalimat, “Kita putus..”. Kalau sudah begitu, pastinya hal-hal yang biasanya kamu lakukan ketika sedang mabuk cinta di atas justru cenderung berbalik dengan sekarang.

So, perlu untuk diketahui, berikut adalah hal umum yang menyebabkan putus hubungan menurut pengalaman serta penelusuran saya sekedar untuk sharing,

Bosan.

Bosan itu manusiawi, bosan itu wajar. Namun perlu kamu ketahui, bahwa rasa bosan itu sebenarnya bisa saja timbul karena sifat ataupun sikap kamu sendiri yang sebenarnya tidak disukai si doi. Dan ketika si dia benar-benar sudah merasa bosan, tidak tertutup kemungkinan akan mengatakan, “Hubungan kita kaya’nya cukup sampai disini ya..”.

Sikap dan Sifat yang salah.

Poin kedua ini mirip dengan poin pertama di atas. Tetapi benang merahnya adalah, seberapa besar perjuangan kamu untuk memperbaiki hal-hal yang menurut kamu bahwa itu adalah salah dan benar. Misalnya, kamu nggak suka si dia melihat kamu merokok. Namun kenyataannya, sebenarnya diri kamu adalah seorang hard smoker yang selalu ngebul bagaikan kereta api batu bara. Satu lagi, misalkan dia nggak suka melihat sifat kamu yang suka shopping, udah gitu produknya branded semua lagi. Perbedaan sifat tersebut secara perlahan bisa menjadi pemisah di kemudian hari. Dan masih banyak contoh lainnya. Seperti kata seseorang yang pernah saya dengar, setiap manusia memang tidak ada yang cocok, namun bagaimana cara kita untuk dapat saling mencocokkan. Nah, ketika dia udah nggak tahan, jangan salahkan cinta kalau dia akhirnya mengatakan, “Beb, kaya’nya kita nggak cocok deh. Kita temenan aja yah…”.

Pihak ketiga.

Poin ini sering banget menjadi salah satu penyebab putus hubungan yang paling sering ditemukan. Diam-diam si dia mengkhianati kamu, diam-diam si dia jadiin kamu yang ke-2, diam-diam si dia memiliki perasaan yang lebih besar sama yang lain, bla bla bla. Pihak ketiga itu bagaikan sebuah pagar tinggi yang membuat antara kamu dan dia harus bicara, “Aku udah nggak tahan lagi, ya udah kita putus..!!”

Negatif thinking.

Jangan salah, ketika kamu memutuskan untuk menjalani suatu hubungan spesial dengan seseorang, sudah seharusnya ketika itu juga kamu harus mencoba untuk positif thinking. Kenapa? Karena apa yang ada dalam bayangan kamu sebagian besar merupakan buah dari yang ada dalam fikiran kamu. So sebaiknya, ketika kamu mendengar atau mengalami hal-hal yang membuat kamu sedikit agak illfeel, hal pertama yang arus kamu lakukan adalah stay to positif thinking. Sok jaga image, ngambek, cemburu, atau malah bersikap egois. Itu sebenarnya bisa terjadi karena negatif thinking sama si doi. Jangan sesali kalau ujung-ujungnya nanti, “Apa-apan sih nih, mau kamu apa?? Kita putus..!”.

Kurang komunikasi.

Komunikasi pada dasarnya bertujuan untuk mempererat suatu hubungan. Tanpa komunikasi kamu tidak akan bisa mengetahui atau mendapatkan informasi yang ingin kamu ketahui. Kebayang kan seandainya kamu jarang komunikasi? So, nggak ada salahnya kamu menjaga komunikasi dengan si doi secara intens untuk sekedar memberikan keadaan, keberadaan, kondisi, atau minimal sekedar informasi. Jangan sampai nanti akhirnya dia jadi mantan kamu karena berujung, “Kok kamu nggak ngasih tau aku sih kalau kamu begitu, ahh (berantem), ya udah, kita putus!”.

Long distance.

Pastinya kamu berfikiran bahwa, teman spesial adalah teman yang selalu ada dalam suka dan duka. Dan ketika teman spesial berada jauh disana, pastinya itu akan terasa lebih sulit untuk dijalani. Hubungan jarak jauh, atau lebih di kenal dengan long distance ini kalau tidak dijalani dengan penuh kepercayaan tidak tertutup kemungkinan poin-poin di atas terjadi. Bahkan jika tidak segera diselesaikan, menurut saya pribadi sangatlah riskan. Jadi, kalau nggak dijalani dengan kepercayaan, kesetiaan, positif thinking, serta terus menjalin komunikasi dan komitmen, siap-siap aja untuk menerima, “Kaya’nya keadaan kita tidak memungkinkan untuk melanjutkan hubungan ini..”.

Nggak terasa ternyata panjang juga. Itulah hal umum tentang alasan si dia mutusin kamu berdasarkan pengalaman dan penerawangan informasi yang saya dapatkan. Kalau kamu memang berniat menjaga hubungan yang sedang kamu jalani, semoga poin-poin di atas dapat memberikan sedikit gambaran tentang yang tidak boleh dilakukan dalam menjalani hubungan, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dari hubungan tersebut :-)

Picture source : Kompasiana

Share and Enjoy

Leave a Reply