52
  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Firasat, biasanya sebagian orang ada juga yang menyebutnya dengan istilah feeling. Percaya atau tidak, mungkin sebenarnya setiap orang memiliki kepekaan dalam hal ini. Tapi sebelumnya untuk memperjelas, berdasarkan kamus bahasa indonesia, bahwa firasat adalah sebuah keadaan yang dirasakan terhadap sesuatu. Tapi dalam hal ini saya hanya fokus pada perasaan yang sedang/akan terjadi, dan biasanya kita sering mengalaminya. Percayakah kamu mengenai yang saya tulis diatas? Bahwa diantara kita, dan bahkan mungkin setiap orang terkadang memiliki kepekaan terhadap sesuatu hal yang sedang/akan terjadi?

Sebagai contohnya, pernahkah kamu merasa tiba-tiba tidak enak ketika hendak bepergian? Dan ternyata ketika kamu sedang bepergian, kamu mendapatkan sebuah musibah yang tidak diinginkan. Atau, pernahkah kamu tiba-tiba merasakan gelisah dan teringat seseorang dalam fikiran kamu? Kemudian tanpa disangka-sangka ternyata orang yang sedang kamu ingat tersebut sedang dalam kondisi sakit. Dan masih banyak contoh-contoh lainnya.

Menurut saya ini adalah sebuah hal yang menarik, karena secara tidak disadari kita sering mengalami hal ini. Kadang-kadang kita sadar akan hal ini, tetapi justru terkadang kita mengacuhkannya dan menganggap mungkin itu hanya sekedar perasaan saja. Tapi berhubung karena penasaran, saya sering menanyakan hal ini teman-teman saya, dan hasilnya memang banyak diantara mereka yang saya temukan dan percaya terhadap firasat. Tapi ironisnya, ketika seseorang mengalami firasat yang tidak enak, orang tersebut justru terlalu memikirkan terhadap firasat tersebut, sehingga dampak buruk dari fikirannya tersebut telah membuatnya merasa tersiksa karena rasa khawatir terhadap hal-hal buruk yang akan terjadi. Dan sebaliknya, ketika seseorang telah mendapatkan suatu pertanda (firasat) dan mengacuhkannya, justru hal yang buruk terjadi padanya. Sepertinya hanya kebetulan, tapi bagi orang yang telah memiliki kepekaan suatu firasat justru dianggapnya sebagai suatu pertanda.

Tapi perlu diketahui, suatu firasat biasanya dapat dirasakan oleh diri kita sendiri, atau bisa juga terhadap keluarga, teman, siapapun itu yang memiliki kedekatan hubungan batin dengan kamu. Misalnya dengan orang tua kamu, saudara kamu, atau bisa juga teman dekat kamu. Contohnya saya beberapa hari yang lalu pernah merasakan hal yang tidak enak pada teman dekat saya dan nggak tahu kenapa tiba-tiba saya ingin segera menemuinya. Ternyata oh ternyata, itu adalah sebuah sebuah firasat. Karena ada seseorang yang berniat jahat pada teman saya tersebut. Percaya nggak percaya tapi itu bisa saja terjadi, meskipun terkadang saya menganggapnya kebetulan, tapi rasanya kok aneh saja :-)

Saya yakin mungkin sebagian diantara kamu pernah juga mengalami hal seperti ini. Tapi yang terpenting, jangan sampai kamu menjadi terbelenggu terhadap rasa khawatir ketika kamu merasakan sebuah firasat yang tidak enak. Kalau kamu merasa kurang yakin, anggap saja itu hanya sekedar perasaan kamu.

Perlu di ingat, bahwa tidak ada seorang pun yang bisa mengetahui suatu kejadian yang akan terjadi pada detik, menit, jam, hari, bulan, ataupun masa depan. Semua itu merupakan rahasia Sang Pencipta.

Percaya atau tidak, memang terkadang seperti halnya sebuah kebetulan atau perasaan. Tapi terkadang bisa merupakan suatu pertanda. Tapi, kadang-kadang sebuah firasat tidak bisa diremehkan. Seperti sekarang ini, firasat saya nggak enak nih. So, cukup sampai disini dulu yah, soalnya saya harus ke toilet dolo.. :-D

Share and Enjoy

52 Comments

  1. Riska says:

    Pernah saya beberapa kali mendapat firasat untuk 2 lelaki yg ketika itu sangat dekat dengan saya. Saya tidak terlalu menanggapinya, saya pikir mungkin hanya karena saya sedang rindu dia. 1). Kami berpisah sekitar 3 bulan, setelah itu kami lost contact karena memang kami berjauhan, dia di Jogja saya di Jakarta, suatu hari tiba – tiba saya teringat dia, saya terus memikirkannya dengan berkata dalam hati, “Ini kenapa ya? Dia kenapa ya?” Saya pikir, “Ah mungkin hanya rindu.” Tapi perasaan tidak enak tentang dia berlanjut hingga 2 hari kedepan, sangat tidak nyaman, saya merasa ada yg salah dengan dia. Saya coba stalking media sosialnya tapi sepertinya dia baik – baik saja. Beberapa jam kemudian benar saja, saya mendapat kabar dari temannya di Jogja bahwa dia kecelakaan motor dan meninggal. Firasat tidak enak saya tentangnya itu benar adanya, bukan hanya sekedar rindu semata. Dia pergi, & saya baru mengetahuinya 2 hari setelah dia pergi. Firasat tidak enak itu memberitahu tentang kecelakaannya.

  2. Riska says:

    Dan ini, terjadi sebulan lalu.
    Firasat tidak enak tiba – tiba menghampiri. Masih sama, tentang seseorang yg pernah hadir sebagai pacar dulu. Sudah lama berpisah, tiba – tiba saya teringat dia, sangat tidak nyaman, saya berdoa untuk keselamatannya tapi tetep saja terus teringat. Saya pikir mungkin saya sedang rindu dia saja. Saya acuhkan perasaan itu. Tapi perasaan itu berlanjut hingga berminggu – minggu, tidak berani bertanya kabar saya hanya men-stalking media sosialnya. Benar saja, dia sedang berduka. Ayahnya sudah meninggal. Saya langsung menghubunginya & mengucapkan belasungkawa. Firasat tidak enak tentangnya ternyata bukan hanya rindu belaka, melainkan sebuah tanda yg memberitahu bahwa dia sedang dalam kesedihan yg luar bisa.

Leave a Reply