1
  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Zakat merupakan sejumlah harta yang dimiliki dan wajib dikeluarkan untuk diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Membayar zakat menjadi sebuah kewajiban bagi umat Islam, dimana sesuai yang tercantum pada Rukun Islam. Berikut macam-macam zakat, pembagian zakat, serta contoh perhitungan zakat yang saya dapatkan dari berbagai sumber.

- Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah zakat yang dikeluarkan menjelang hari Raya Idul Fitri oleh setiap individu. Dimana besarnya adalah 2,5 kg atau 3,5 liter beras yang biasa dikonsumsi. Pembayaran zakat fitrah dapat dilakukan dengan cara membayarkan harga dari makanan pokok.

- Zakat penghasilan/profesi

Zakat penghasilan / profesi adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi jika sudah mencapai nilai tertentu (nisab). Cara menghitung zakat profesi : nisab sebesar 5 wasaq/652,8 kg gabah atau setara dengan 520 kg beras. Besar zakat profesi yaitu 2,5 persen.

- Zakat investasi

Zakat investasi adalah zakat yang dikenakan terhadap harta yang diperoleh dari hasil investasi. Contoh : bangunan atau kendaraan yang disewakan. Zakat investasi dikeluarkan pada saat menghasilkan sedangkan modalnya tidak dikenakan zakat. Besar zakat investasi yang dikeluarkan 5% untuk penghasilan kotor dan 10% untuk penghasilan bersih.

- Zakat saham / deposito

Saham atau deposito yang telah mengendap selama satu tahun dan mencapai nilai minimal (nishab) setara 85 gram emas wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5 persen.

- Zakat tabungan

Uang simpanan yang telah mengendap selama satu tahun dan mencapai nilai minimal (nishab) setara 85 gram emas wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5 persen.

- Zakat emas atau perak

Nishab emas 85 gram, sedangkan perak 595 gram. Besar zakat 2,5 persen.
> Emas yang tidak dipakai (emas yang tidak pernah dipakai atau hanya di pakai setahun sekali), besar zakat yang dikeluarkan = total emas yang dimiliki x harga emas x 2,5%.
> Emas yang di pakai, emas yang dikeluarkan zakatnya = (total emas yang dimiliki – emas yang di pakai*) x harga emas x 2,5%.
*batas wajar misal 15 sampai dengan 20 gram
*perhitungan zakat perak = perhitungan zakat emas

- Zakat hadiah dan sejenisnya

Hadiah terkait dengan gaji :
Ketentuannya sama dengan zakat profesi dan dikeluarkan saat menerima. Besar zakatnya 2,5%.
> Komisi. Terdiri dari dua bentuk :
Komisi dari hasil prosentase keuntungan perusahaan kepada pegawai, maka zakat yang dikeluarkan 10%.
Komisi dari hasil profesi, misalnya makelar, besar zakatnya 2,5%.
> Hibah:
Jika sumber hibah tidak di duga-duga maka zakat yang dikeluarkan sebesar 20%.
Jika sumber hibah sudah di duga dan diharapkan, maka hibah tersebut digabungkan dengan kekayaan yang ada. Besarnya 2,5%.

- Fidyah

Fidyah dikeluarkan bagi : ibu hamil dan menyusui, terlambat meng-qodho puasa sampai datang bulan Ramadhan berikutnya tanpa udzur, seseorang yang kondisi fisiknya tidak memungkinkan lagi untuk berpuasa, orang sakit yang tidak dapat lagi diharapkan kesembuhannya.
Fidyah di bayar senilai satu kali makan. (misal : sahur dan berbuka, 2 x Rp.25.000,- = Rp.50.000,-) orang tersebut, dan disesuaikan jumlah hari seseorang tidak berpuasa.

Share and Enjoy

1 Comment

  1. trie widiastuti says:

    Assalamu’alaikum
    Apabila uang yang saya dapatkan dari orang tua untuk modal usaha, berapakah zakat yang harus saya keluarkan?
    mohon penjelasannya. Terima kasih.
    Wassalam.

    @Trie : Kalo menurut saya, uang/modal tersebut tidak wajib dikeluarkan zakatnya. Tapi penghasilan dari usaha tersebut ada wajib zakatnya berdasarkan persentasenya. Untuk lebih jelasnya, silahkan search persenan wajib zakat hasil usaha menurut ajaran Islam.
    Semoga membantu, terima kasih

Leave a Reply