Terinspirasi dari kejadian kemarin dalam perjalanan ke rumah. Judul di atas, sebenarnya seringkali kita dengar, tapi fenomenanya ternyata seringkali terlupakan oleh kita. Sewaktu di angkot kemarin, nggak tahu kenapa salah satu penumpang yang duduk di sebelah saya nangis-nangis. Ketika saya baru menaiki angkot tersebut, bukannya saya bermaksud ingin mendengarkan setiap pembicaraan perempuan separuh baya tersebut. Tetapi, karena bertepatan duduk di sebelah saya, melalui telefon genggamnya dia bicara dengan pelan, “Kenapa ya?! Kok begini banget sih hidup gw?! Salah apa sih gw?! Tuhan, kenapa kaya’ gini sih! Bla bla bla….”, ucapnya dengan nada yang terisak.
Spontan sayapun kaget dengan ucapannya tersebut, karena seakan mengumpat kepada Tuhan. Seketika itu sayapun berusaha untuk bisa tidak mendengarkan pembicaraannya.
Read more »





