Panji vs Udin menyambut hari kemenangan

Panji dan Udin adalah dua orang yang sangat menghargai persahabatan. Mereka memang belum lama saling mengenal. Lucu, kadang terkesan narsis ketika melihat tingkah mereka jalan berdua di tengah-tengah keramaian. Karena Panji adalah sosok yang selalu bersiul ketika kedua matanya tertuju cewek manis. Sedangkan Udin, sosok yang benar-benar bertentangan dengan karakter Panji. Tapi, di balik itu mereka selalu bersaing dalam hal yang positif. Meskipun sering ribut-ribut hanya karena memperdebatkan masalah kelemahan wanita, tapi hubungan mereka sama halnya seperti bersaudara yang saling membantu dan melengkapi.

Mengingat Bulan Puasa sudah tinggal beberapa hari lagi, hasrat shopaholic Panji mulai timbul. Keesokan harinya ia pun mengajak Udin berpetualang di tempat-tempat perbelanjaan untuk merealisasikan benak yang ada dalam dirinya, yaitu bersilaturahmi dan mencuri hati seorang wanita di kampungnya. Oleh karena itu Panji berniat untuk tampil fashionable di Hari Kemenangan agar Sang Dewi bisa jatuh hati padanya.

Selama proses pencarian pakaian, Panji tidak sadar telah menghabiskan cukup banyak uang. Padahal dia sudah membeli 7 potong pakaian (termasuk celana), namun ia terus mencari dan mencari seolah ia seperti sang buaya yang sangat lapar. Seketika itu, terjadilah percakapan antara Panji dan Udin.

Udin : Nji, udah lah. Loe kan udah belanja banyak banget. Nggak sadar apa, udah hampir gopek lho Nji. Ntar ongkos mudik loe gimana?!

Panji : [Sambil terus mencari, panji hanya tersenyum kecil] Tenang bro…, masalah ongkos mah gampang. Kalo gue bisa dapetin cewek yang jadi target gue, kan gue tinggal ngomong sama dia. Dia tuh tajir abis Din.., nggak ngerti loe ah! Yang penting gaya, gaya, dan gaya!!

Udin : Burung camar matanya belo. Dasar matre lo!! [Udin hanya bisa sabar dan terus menemaninya]

Beberapa hari setelah itu, kemudian mereka berdua pergi untuk membeli tiket pulang kampung. Ketika ingin memesan tiket, ternyata Panji kaget. Karena harga tiket yang ada dalam otaknya tidak sesuai dan justru meleset jauh dari prediksinya. Sedangkan Udin, bukan masalah yang berarti baginya.

Sesampainya di rumah, Udin menanyakan kenapa Panji tidak jadi membeli tiket. Spontan, dengan wajah memelas Panji memohon kepada Udin agar dapat meminjamkan uang kepadanya dan akan mengembalikannya setelah lebaran nanti. Dan…, karena Udin memiliki tabungan dan tidak tega melihat temannya itu, ia pun meminjamkan sejumlah uang yang kepada panji. Tapi, sebelum Udin meminjamkan uangnya tersebut, ia berlagak seperti orang yang tidak punya uang dan memohon maaf karena tidak bisa membantunya. Terjadilah sandiwara yang membuat Panji harus ber-akting secara total.

Panji : Din, please Din. Gue tahu gue kebanyakan belanja kemaren. Dan gue tahu loe kan punya tabungan, pinjemin gw 250rb aja Din. Please…, loe nggak kasian apa sama gue??

Udin : Sorry Nji, bukan gue nggak mau bantu loe. Tapi gue emang lagi kosong banget sekarang. Kalo gue kasih loe solusi gimana?

Panji : Pasti solusi loe, nyuruh gue minta ke orang tua gue kan?? Nggak mungkin Din. Soalnya kemarin gue udah dikasih tambahan duit dari mereka.

Udin : Kalo loe manfaatin cewek yang jadi target loe gimana? Kata loe kan dia tajir?!

Panji : Ah, gila juga loe Din. Nggak mungkin lah, kan dia baru jadi target gue, dan gue juga belum jadian sama dia.

Udin : Aaaahh… Gue ada solusi, dan ini yang menurut gue paling jitu nih Nji. Tapi terserah loe mau apa nggak?

Panji : Mau, mau, mau Din. Apapun akan gue lakukan asal gue bisa mudik.

Udin : Jual barang loe yang mungkin bisa loe jual..

Panji : Set dah… Kan loe tahu, gue gak punya apa-apa Din. Paling HP aja yang gue punya, itupun HP tahun jebot. Nggak mungkin lah gue jual, siapa yang mau ngambil?!

Udin : Kalo gitu…, loe jual baju dan celana yang loe beli kemaren!!

Panji : ?!?!?!

Hari kemenangan tidaklah harus menggunakan sesuatu yang serba baru, tapi yang terutama adalah menyambut dan merayakannya dengan hati yang bersih. Seperti apapun keadaannya, itu adalah yang terbaik. Karena masih banyak orang-orang di luar sana yang kurang beruntung daripada kita.

Related Post : You can leave a response, or trackback from your own site.

2 Responses to “Panji vs Udin menyambut hari kemenangan”

  1. I found your blog on google and read a few of your other posts. I just added you to my Google News Reader. Keep up the good work. Look forward to reading more from you in the future.

  2. I found your blog on google and read a few of your other posts. I just added you to my Google News Reader. Keep up the good work. Look forward to reading more from you in the future.

Leave a Reply