Seandainya saya punya senjata api…

Andainya punya senjata api - www.andyfebrian.comSenjata api, kalau mendengar dua kata tersebut sepertinya bulu kuduk kita langsung merinding. Sebelum saya bicara tentang seandainya saya punya senjata api, memang saat-saat sekarang ini kita sepertinya tak lagi merasakan ketenangan karena dua kata tersebut. Kalau mendengar kalimat senjata api, mungkin itu adalah biasa. Tetapi, bagaimana jika yang ada di benak anda adalah perampok bersenjata api?!? Pasti anda akan berfikir untuk melakukan hal-hal yang bisa anda lakukan agar perampok bersenjata api tidak menyatroni anda dimanapun berada.

Tapi ini dia yang menjadi fenomenal, karena secara visual dan audio akhir-akhir ini seakan selalu menjejali mata dan telinga kita. Sebulan belakangan ini, sudah bermacam-macam kejadian yang memberitakan tentang perampokan dengan senjata api. Bahkan, setiap bahan pembicaraan masalah perampokan menggunakan senjata api menjadi sebuah trend. Saking trend-nya, bagi anda yang telah terdoktrin, anda jadi phobia takutan jika hal ini benar-benar terjadi.

Nyawa sepertinya sudah tidak lagi berharga. Tinggal dor, dan kabur, kelar deh. Ya, mungkin itulah yang ada dalam pemikiran para perampok yang tidak memiliki iman dan melakukan hal tersebut hanya karena faktor himpitan ekonomi. Sungguh ironis!

Dan, yang ada dalam fikiran saya saat ini adalah, “Seandainya saya punya senjata api..!”. Apalagi jika anda memiliki aset (materi) yang kaya’nya termasuk kategori “Wah..!!” bagi perampok. Saya yakin, mungkin anda akan berfikiran untuk memiliki senjata api untuk melindungi diri dan men-dor jika ada perampok bersenpi yang datang. Bukan materi hal utama yang ingin kita lindungi, tetapi diri kita, dan juga istri, anak, atau keluarga tercinta. Karena di berita-berita kita bisa melihat, bahwa perampok tidak selalu berkunjung ke bank, perkantoran, tetapi juga ke rumah-rumah.

Maraknya kejahatan mendekati hari Lebaran adalah hal yang biasa. Maka dari itu, seharusnya bukan mencari tempat yang jual senjata api. Tetapi bagaimana anda bisa mengantisipasi agar itu tidak terjadi. Ya, jika beberapa waktu lalu saya terbitkan mengenai cara menghindari kejahatan hipnotis, tetapi kali ini saya tidak bisa menjelaskannya. Karena semua ini bersifat relatif. Maksudnya adalah, tergantung peluang si perampok menyatroni rumah anda. Intinya, jangan sampai mengundang, memberi celah atau gambaran, serta teruslah waspada. Jika anda tidak mungkin melakukannya sendiri, mungkin anda bisa saling bekerja sama dengan tetangga untuk mengantisipasi hal buruk ini.

“Seandainya saya punya senjata api…”. Mungkin itu hanya mimpi. karena sesungguhnya senjata api yang paling canggih adalah iman. Bagaimana kedekatan kita dan Sang Pencipta. Maka dari itu, saya ingin menjelaskan dari joke tentang seandainya saya punya senjata api ini, karena (mungkin) Tuhan berkata, “Apa to yang mau di rampok oleh perampok sampe-sampe mereka menggunakan senjata api..?!?”. Hehe.., terkadang saya jadi geli, karena ada benarnya juga. Tetapi di lain sisi, itu tidak berlaku bagi perampok!! Karena bisa saja mereka datang sekedar ngerampok dan mereka tidak menggunakan golok/parang lagi, tetapi mereka telah menggunakan senjata api!

Hufft…, apakah itu pertanda bahwa ngoceh kali ini saya telah phobia/parno?!? Tetapi saya yakin, meskipun saya bukan orang yang berada, banyak duit, banyak mobil, banyak emas,  apalagi kaya raya, tapi mungkin sebagian dari anda yang keadaannya hampir sama, ada yang memiliki perasaan yang sama dengan saya.

Ya, “Yes, saya punya senjata api..!”. But, it’s just a dream…

Picture source from thefrustratedteacher with cartoonstock, and edited.

Related Post : You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply