Smorty Vs Digxa Mini Store

By : Andy Febrian | Jun 9, 2008

Smorty, salah satu broker paid review favorit saya. Bagi anda yang telah mencoba program paid to review, anda pasti sudah tahu dengan smorty, apalagi jika anda memang serius berkecimpung dalam program ini. Program yang telah dirilis oleh smorty beberapa waktu lalu, yaitu DiGXA Mini Store memang sepertinya menunjukkan konsistensi Smorty dalam memberikan peluang bagi anda yang ingin mencoba peruntungan dalam dunia maya. Seperti pada postingan saya terdahulu pada wajah baru smorty, tidak bisa dipungkiri bahwa Digxa juga memberikan peluang bagi anda yang ingin mencoba program yang berbasis PPC (Pay Per Click).

Dengan adanya program PPC ini apakah Smorty akan lebih fokus pada program PPC?! Saya juga kurang tahu apakah Smorty akan menjadikan program PPC ini menjadi prioritas dari tujuan sebelumnya, yaitu paid review. Tapi bagaimana pun saya akui bahwa sistim dari Digxa sangat simple dan unik, tinggal setting/memilih tampilannya, trus copy deh. Ketika program PPC dari smorty ini baru keluar, saya langsung mencoba. Hasilnya memang sudah menunjukkan tanda-tanda adanya harta karun dollar meskipun baru beberapa sen, tapi setidaknya itu membuktikan bahwa ternyata program Digxa dari Smorty memang nyata, selain itu nilai klik yang ditawarkan juga lumayan daripada Adsense. Untuk masalah payout, belum ada tanda-tanda sih, tapi dalam hal ini saya mencoba untuk positif thinking. Kalau ternyata adalah scam, jangan omelin saya ya, kan saya yang positif thinking :mrgreen:

Kembali lagi ke Digxa. Yang uniknya, semua tulisan yang ada di blog kita yang berhubungan dengan keyword dari advertiser di babat habis sama Digxa. Sampe-sampe tulisan yang berada di luar garis masih menjadi lahan juga untuk dikasih warna merah. Kontera atau Adbrite juga terkadang seperti itu, tapi dalam hal ini karena Digxa menggunakan huruf tebal serta warna merah yang sangat mencolok, jadi kadang-kadang kita sendiri risih melihatnya. Dan yang terjadi pada blog saya yang dipasangi Digxa, pasti mengalami lag, (saya juga kurang tahu apa namanya itu, maklum lah katro) tapi saya menyebutnya dengan Haber (alias Hang Sebentar) ketika saya mengakses blog saya.

Hal tersebut menurut saya merupakan sisi negatif dari Digxa. Tapi melihat revenue-nya yang lumayan, Digxa masih bisa anda pertimbangkan sebagai program yang memungkinkan anda untuk mendapatkan profit. Meskipun harus Cas Cis Cus atau bikin bingung orang bule mbaca & ngartiin tulisan saya, secara personal saya lebih menyukai job untuk nge-review :lol:

Tapi dengan dua pilihan, antara paid review dan Pay Per Click, anda dapat bebas memilih. Sambil menunggu new task, tidak ada salahnya juga untuk mencoba PPC-nya. Kali aja dalam sehari anda bisa mendapatkan 10 klik dengan nilai $0,60 setiap kliknya. Kalo 10 x $0.60 kan = $6, setara dengan nilai job rata-rata dari smorty. However, Pilihan ada di tangan anda :-)


Bookmark and Share
7 Ocehans
  1. p3durungan June 9, 2008

    Wah perlu banyak belajar nih, bagi tips nya supaya blog kita ketrima di SR dong :P

  2. andyf June 9, 2008

    @p3durungan: Kalo masalah tips saya juga masih belum tahu banyak Mas. Untuk paid review, Yang terpenting PR kali ya :-D

  3. addiehf July 8, 2008

    Cara daftarnya gimana tuh?

  4. Customer review September 26, 2008

    Kok smorty ga ada job lagi ya?

  5. andyf September 26, 2008

    @CR: Iya nih Ms, saya juga sudah gk pernah dapet lagi dari Smorty. lagian soalnya PR blog saya juga udah pada kena getok sama Google :-)

  6. donadz April 7, 2009

    memang pasang digxa widgetnya di edit html nya atau di element halaman (gadgetnya sich). soalnya aku dah coba di gadget kok yg keluar cuma bacaan digxa nya aja, pokoknya aneh deh tampilannya (mungkin krn beta ya?????). thank’s ya atas infonya,sukses & lam kenal

  7. andy April 7, 2009

    @Donadz : input html digxa-nya dari html mas :-)

Leave a Comment

If you would like to make a comment, please fill out the form below.

Name (required)

Email (required)

Website

Comments

© 2008 Ngoceh on The Blog - NgoCeh oN ThE BLoG | Theme by DBT