0
  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Siapapun pasti mempunyai masa lalu. Mungkin itu kenangan pahit sampai kenangan terindah yang tidak bisa terlupakan. Kehidupan yang kita jalani memiliki banyak sekali kenangan, pembelajaran, pengalaman, atau apapun itu yang kita lalui sampai sekarang ini. Namun jika kita review kembali, biasanya banyak diantara kita yang justru terbawa pada masalah atau semua hal yang berhubungan dengan hari kemarin. Itu tidak salah, dan bahkan kita justru harus menjadikan semua kesalahan atau pengalaman pahit menjadi sebuah pembelajaran serta motivasi untuk dapat bangkit.

Mungkin anda pernah berpikir, atau merenungkan bahwa ternyata kehidupan sangat cepat berlalu. Semua yang telah dilewati serasa baru kemarin. Jika anda mengingat kenangan yang indah, mungkin anda akan berkata “Seandainya bisa diulang lagi…”, tapi kalau kenangan itu pahit, “Seandainya waktu dapat di putar kembali, aku pasti gak akan melakukan hal itu…”. Sepertinya ujung-ujungnya semua adalah penyesalan. Penyesalan memang selalu datang di akhir, tapi jika anda selalu menyalahkan diri anda sendiri, itu justru membuat anda semakin terpojok, sehingga anda akan sulit untuk mengembangkan pikiran-pikiran positif atau rencana apa yang harus anda lakukan. Cobalah untuk menerima kenyataan dan jadikan hari kemarin sebagai cambuk untuk memotivasi diri. Memang itu tidak bisa dipungkiri bahwa kadang-kadang kita sebagai manusia sering lupa & khilaf. Dan ketika kita baru menyadari hal tersebut, dan biasanya akan timbul sebuah perencanaan, impian, atau bahkan nggak tanggung-tanggung kita langsung membuat sebuah tindakan yang tanpa dipikirkan kembali matang-matang yang akhirnya justru terpuruk karena tindakan yang telah dilakukan tersebut. Kalau itu sih masih mending daripada hanya memikirkannya tanpa melakukan tindakan apapun :roll:

Bangkit dari kegagalan membutuhkan motivasi yang timbul dari dalam diri, oleh karena itu cobalah untuk mengubur semua kenangan yang dapat mempengaruhi pikiran serta mental anda. Secara personal, kekuatan anda secara tidak langsung sedang diuji. Sudah berapa kali anda dilecehkan?! Sudah berapa kali anda disingkirkan?! Sudah berapa kali anda berada pada tekanan atau perlakuan yang tidak seharusnya anda terima?! Sudah berapa kali anda dikhianati?! Atau, sudah berapa kali anda mengalami kegagalan?! Menanggapi pertanyaan tersebut otak anda pasti langsung merespon (hihihi…, kaya motivator aja nih saya :-D ), atau setidaknya teringat pada pengalaman yang mungkin tidak bisa anda lupakan.

Sekarang, lupakan semua itu. Jika anda tidak bisa melupakannya, seperti yang saya tulis diatas, jadikan itu sebuah hal untuk memotivasi anda. Ingatlah bahwa semua selalu berubah, mau tidak mau anda harus mengikuti perubahan untuk menjadi lebih baik.

Cobalah untuk menyesuaikannya dengan bersikap positif serta optimis, baik itu pikiran atau tindakan. Rencanakan apa yang harus anda lakukan dan bertindaklah, seperti orang bijak mengatakan “Ketika seseorang benar-benar bertindak, maka Sang Pemberi hidup pun bergerak”. Cobalah untuk komitmen dan konsisten terhadap rencana dan usaha anda untuk melakukan perubahan. Waktu yang telah berlalu tidak dapat diulang kembali, jika anda melupakannya maka justru anda belum komitmen & konsisten. Kemudian ingatlah seseorang yang dekat di hati anda. Dengan mengingat seseorang yang selalu mensupport serta menginginkan anda menjadi lebih baik, anda akan merasa lebih semangat, mungkin itu orang tua, pacar, atau seseorang yang sedang menunggu lamaran dari anda :mrgreen:

Dan jangan lupa selimuti semuanya dengan berdoa:-)


Share and Enjoy

Tags:

Leave a Reply